Durian dikenal sebagai “raja buah” karena memiliki aroma yang khas dan rasa yang digemari banyak orang. Namun, di balik popularitasnya, masih banyak anggapan bahwa durian mengandung kolesterol tinggi sehingga tidak boleh dikonsumsi, terutama oleh orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung.
Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar. Banyak orang menyamakan rasa durian yang legit dan kandungan lemaknya dengan kolesterol. Akibatnya, tidak sedikit yang menghindari buah ini karena khawatir kadar kolesterolnya meningkat setelah mengonsumsinya.
Dikutip dari Halodoc, durian sebenarnya tidak mengandung kolesterol karena kolesterol hanya terdapat pada makanan yang berasal dari hewan. Lemak yang terdapat pada durian didominasi oleh lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat), yaitu jenis lemak yang dikenal lebih baik bagi kesehatan jantung. Meski demikian, durian tetap mengandung kalori dan gula yang cukup tinggi sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Lantas, mengapa durian sering dikaitkan dengan kolesterol? Simak penjelasan berikut.
Apakah Durian Mengandung Kolesterol?

Jawabannya adalah tidak.
Kolesterol merupakan zat lemak yang secara alami hanya ditemukan pada produk hewani, seperti daging, telur, susu, dan makanan laut. Karena durian termasuk buah-buahan, secara alami buah ini tidak mengandung kolesterol.
Meskipun demikian, durian memang mengandung lemak. Namun, jenis lemak yang terkandung di dalamnya sebagian besar merupakan lemak tak jenuh yang berbeda dengan kolesterol.
Oleh karena itu, mengonsumsi durian dalam jumlah yang wajar tidak secara langsung menyebabkan kadar kolesterol meningkat.
Mengapa Banyak Orang Mengira Durian Menyebabkan Kolesterol Naik?
Anggapan ini muncul karena durian memiliki tekstur yang lembut, rasa yang manis, dan kandungan kalori yang relatif tinggi dibandingkan buah lainnya. Selain itu, durian juga mengandung lemak sehingga banyak orang menganggap lemak tersebut sama dengan kolesterol.
Padahal, lemak dan kolesterol adalah dua hal yang berbeda.
Kolesterol merupakan salah satu jenis lemak yang hanya terdapat pada bahan pangan hewani, sedangkan lemak pada buah-buahan berasal dari sumber nabati yang memiliki karakteristik berbeda.
Namun demikian, mengonsumsi durian secara berlebihan tetap tidak dianjurkan. Asupan kalori dan gula yang terlalu tinggi dapat meningkatkan berat badan, yang pada akhirnya menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kolesterol tinggi, diabetes, maupun penyakit jantung.
Kandungan Gizi Buah Durian
Selain tidak mengandung kolesterol, durian juga mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh.
Beberapa kandungan gizi dalam buah durian meliputi:
- Karbohidrat.
- Serat.
- Lemak tak jenuh.
- Vitamin C.
- Vitamin B kompleks.
- Kalium.
- Magnesium.
- Antioksidan, seperti flavonoid dan polifenol.
Kandungan serat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, sedangkan vitamin dan mineral berperan dalam mendukung berbagai fungsi tubuh. Di sisi lain, kandungan antioksidan pada durian juga membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Apakah Penderita Kolesterol Tinggi Boleh Makan Durian?
Kabar baiknya, penderita kolesterol tinggi tetap boleh mengonsumsi durian, asalkan dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan. Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga jumlah porsinya serta pola makan secara keseluruhan.
Durian memang tidak mengandung kolesterol, tetapi buah ini memiliki kandungan kalori, karbohidrat, dan gula yang relatif tinggi dibandingkan banyak jenis buah lainnya. Jika dikonsumsi secara berlebihan, asupan kalori yang berlebih dapat meningkatkan berat badan. Dalam jangka panjang, kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan penyakit kardiovaskular.
Karena itu, durian sebaiknya dikonsumsi sebagai camilan sesekali dan tetap diimbangi dengan konsumsi sayur, buah lainnya, serta makanan tinggi serat.
Tips Aman Mengonsumsi Durian

Agar tetap dapat menikmati durian tanpa mengabaikan kesehatan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan.
Batasi Porsi Konsumsi
Mengonsumsi durian dalam jumlah kecil lebih disarankan dibandingkan menghabiskannya dalam sekali makan. Dengan membatasi porsi, asupan kalori dan gula juga dapat lebih terkontrol.
Hindari Tambahan Gula Berlebih
Sebagian olahan durian, seperti es durian, pancake durian, atau minuman berbahan durian, sering kali mengandung tambahan gula, susu kental manis, maupun krim. Kandungan tersebut justru dapat meningkatkan total kalori yang dikonsumsi.
Imbangi dengan Pola Makan Sehat
Pastikan menu harian tetap didominasi oleh sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan makanan tinggi serat. Pola makan yang seimbang memiliki peran lebih besar dalam menjaga kadar kolesterol dibandingkan hanya berfokus pada satu jenis makanan.
Tetap Aktif Bergerak
Aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga berat badan, meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik), serta mendukung kesehatan jantung secara keseluruhan.
Apa Kata Ahli Mengenai Durian dan Kolesterol?
Menurut Alodokter, durian tidak mengandung kolesterol sehingga tidak secara langsung menyebabkan kadar kolesterol meningkat. Namun, karena buah ini memiliki kandungan kalori dan gula yang cukup tinggi, konsumsinya tetap perlu dibatasi, terutama bagi orang yang memiliki obesitas, diabetes, atau sedang menjaga berat badan.
Dengan kata lain, yang perlu diperhatikan bukanlah kandungan kolesterol pada durian, melainkan jumlah konsumsinya. Mengonsumsi durian secara berlebihan tetap dapat memberikan asupan kalori yang tinggi dan berpotensi memengaruhi kesehatan apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.
Masih Bingung Mengatur Pola Makan untuk Kolesterol?
Setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Jika Anda ingin mengetahui pola makan yang lebih sesuai atau ingin berkonsultasi mengenai kolesterol dan penggunaan herbal sebagai pelengkap gaya hidup sehat, tim Herbal Lancar siap membantu.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mengonsumsi Durian
Beberapa orang menganggap bahwa karena durian tidak mengandung kolesterol, maka buah ini boleh dikonsumsi tanpa batas. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat.
Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:
- Mengonsumsi durian dalam jumlah berlebihan dalam satu waktu.
- Menjadikan durian sebagai pengganti buah lain dalam menu harian.
- Mengonsumsi olahan durian yang tinggi gula dan lemak secara terlalu sering.
- Mengabaikan pola makan sehat secara keseluruhan hanya karena berfokus pada satu jenis makanan.
Pada akhirnya, menjaga kadar kolesterol tetap normal memerlukan kombinasi pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, tidur yang berkualitas, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Pada umumnya, mengonsumsi durian dalam jumlah wajar tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang. Namun, jika Anda memiliki kadar kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung, atau kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan pola makan Anda dengan dokter atau ahli gizi agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Selain itu, segera periksakan diri apabila Anda mengalami gejala yang dapat mengarah pada gangguan jantung atau komplikasi akibat kolesterol tinggi, seperti:
- Nyeri dada.
- Sesak napas.
- Jantung berdebar.
- Mudah lelah tanpa sebab yang jelas.
- Pusing atau pingsan.
- Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol terus meningkat meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat.
Pemeriksaan secara berkala juga penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung dalam keluarga.
Kesimpulan
Jadi, apakah durian mengandung kolesterol? Jawabannya adalah tidak. Sebagai buah-buahan, durian tidak mengandung kolesterol karena kolesterol hanya terdapat pada makanan yang berasal dari hewan.
Meski demikian, durian tetap mengandung kalori, gula, dan lemak nabati dalam jumlah yang cukup tinggi. Oleh karena itu, konsumsinya tetap perlu dibatasi, terutama bagi orang yang sedang menjaga berat badan atau memiliki faktor risiko penyakit metabolik.
Apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang serta gaya hidup sehat, durian tetap dapat menjadi salah satu pilihan buah yang dinikmati tanpa harus khawatir berlebihan mengenai kandungan kolesterolnya.
Jaga Kolesterol Tetap Normal Bersama Herbal Lancar
Menjaga kadar kolesterol tetap normal memerlukan kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara konsisten. Selain mengatur pola makan, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal, Anda juga dapat melengkapinya dengan konsumsi herbal berbahan alami.
Teh Herbal Lancar dibuat dari perpaduan kunyit, jahe, ketumbar, kayu manis, dan kulit delima yang dapat menjadi pelengkap gaya hidup sehat untuk membantu memelihara kadar kolesterol tetap normal.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bertujuan sebagai edukasi dan tidak dapat menggantikan konsultasi, diagnosis, maupun pengobatan dari tenaga medis. Jika Anda memiliki kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau kondisi kesehatan lainnya, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
FAQ Seputar Durian dan Kolesterol
Apakah durian mengandung kolesterol?
Tidak. Durian merupakan buah sehingga secara alami tidak mengandung kolesterol. Kolesterol hanya terdapat pada makanan yang berasal dari hewan.
Apakah penderita kolesterol tinggi boleh makan durian?
Boleh, selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan tetap diimbangi dengan pola makan sehat serta gaya hidup aktif. Yang perlu diperhatikan adalah kandungan kalori dan gulanya yang cukup tinggi.
Mengapa durian sering dianggap menyebabkan kolesterol naik?
Anggapan tersebut muncul karena durian memiliki tekstur yang lembut, rasa yang manis, serta mengandung lemak. Padahal, lemak pada durian merupakan lemak nabati dan bukan kolesterol.
Berapa banyak durian yang sebaiknya dikonsumsi?
Tidak ada jumlah yang sama untuk setiap orang. Namun, durian sebaiknya dikonsumsi secukupnya dan tidak berlebihan agar asupan kalori dan gula tetap terkontrol.
Apakah durian bisa menggantikan obat kolesterol?
Tidak. Durian tidak berfungsi sebagai obat penurun kolesterol. Jika Anda memiliki kolesterol tinggi, tetap ikuti anjuran dokter dan jadikan pola makan sehat sebagai bagian dari pengelolaan kolesterol.