Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, terutama jika memiliki faktor risiko tertentu seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, atau kebiasaan merokok. Sayangnya, masih banyak orang yang belum memahami berbagai penyebab jantung sakit sehingga penanganan sering kali terlambat dilakukan.
Dikutip dari Halodoc, istilah “jantung sakit” bukanlah diagnosis medis, melainkan istilah yang umum digunakan masyarakat untuk menggambarkan berbagai gangguan pada jantung, mulai dari penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, hingga serangan jantung. Masing-masing kondisi memiliki penyebab dan tingkat keparahan yang berbeda sehingga penting untuk mengenali faktor-faktor pemicunya sejak dini.
Hal serupa juga dijelaskan oleh World Health Organization (WHO) yang menyebutkan bahwa sebagian besar penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengendalikan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Oleh karena itu, memahami penyebab jantung sakit menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus mengurangi risiko komplikasi di kemudian hari.
Lantas, apa saja penyebab jantung sakit yang sering tidak disadari? Simak penjelasan lengkap berikut.
Apa yang Dimaksud dengan Jantung Sakit?
Jantung sakit merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan berbagai kondisi yang memengaruhi fungsi maupun struktur jantung. Kondisi ini dapat berupa penyakit jantung koroner, gagal jantung, gangguan katup jantung, gangguan irama jantung (aritmia), maupun serangan jantung.
Dikutip dari Halodoc, penyakit jantung terjadi ketika jantung tidak mampu bekerja secara optimal akibat gangguan pada pembuluh darah, otot jantung, katup, atau sistem kelistrikan jantung. Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh dapat terganggu dan menimbulkan berbagai keluhan.
Meskipun penyebabnya beragam, sebagian besar penyakit jantung berkembang secara perlahan akibat penumpukan faktor risiko selama bertahun-tahun. Oleh sebab itu, deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Gejala Jantung Sakit

Gejala penyakit jantung dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jenis penyakit yang dialami. Bahkan, pada beberapa kasus, penyakit jantung tidak menimbulkan gejala hingga kondisinya sudah cukup berat.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.
- Sesak napas saat beraktivitas maupun saat beristirahat.
- Jantung berdebar atau berdetak tidak teratur.
- Mudah lelah meskipun melakukan aktivitas ringan.
- Pusing atau hampir pingsan.
- Bengkak pada kaki atau pergelangan kaki.
Menurut American Heart Association (AHA), gejala serangan jantung juga dapat berupa nyeri yang menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung. Pada wanita, gejala terkadang muncul dalam bentuk mual, sesak napas, atau kelelahan yang tidak biasa.
Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, terutama nyeri dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit, segera cari pertolongan medis karena dapat menjadi tanda kondisi darurat.
Penyebab Jantung Sakit
Penyakit jantung tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Dalam banyak kasus, kondisi ini berkembang akibat kombinasi pola hidup yang kurang sehat, penyakit tertentu, serta faktor genetik.
Berikut beberapa penyebab jantung sakit yang paling umum.
Kolesterol Tinggi
Dikutip dari Halodoc, kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Lama-kelamaan, plak akan mempersempit pembuluh darah koroner sehingga aliran darah menuju jantung berkurang. Kondisi inilah yang menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner.
Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Hipertensi membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke.
Diabetes Melitus
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah serta saraf yang mengatur kerja jantung. Oleh karena itu, penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dibandingkan orang dengan kadar gula darah normal.
Kebiasaan Merokok
Menurut World Health Organization (WHO), zat kimia dalam rokok dapat merusak lapisan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, serta mempercepat pembentukan plak. Akibatnya, risiko penyakit jantung meningkat secara signifikan, baik pada perokok aktif maupun pasif.
Obesitas
Berat badan berlebih berkaitan erat dengan peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Kombinasi faktor tersebut membuat risiko penyakit jantung menjadi lebih besar.
Faktor Keturunan
Riwayat keluarga dengan penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi serupa, terutama jika anggota keluarga mengalaminya pada usia yang relatif muda. Meski demikian, faktor keturunan tetap dapat dikendalikan dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
Faktor Risiko Penyakit Jantung

Selain disebabkan oleh kondisi medis tertentu, penyakit jantung juga dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Sebagian faktor memang tidak dapat diubah, seperti usia dan riwayat keluarga. Namun, banyak faktor risiko lain yang masih bisa dikendalikan melalui perubahan gaya hidup.
Dikutip dari World Health Organization (WHO), mengendalikan faktor risiko sejak dini dapat membantu menurunkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung maupun komplikasi yang ditimbulkannya.
Berikut beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan.
Usia yang Bertambah
Risiko penyakit jantung cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Hal ini terjadi karena pembuluh darah mengalami perubahan alami sehingga lebih rentan mengalami penyempitan maupun penumpukan plak.
Riwayat Penyakit Jantung dalam Keluarga
Seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung apabila memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat penyakit jantung, terutama jika terjadi pada usia muda. Meskipun faktor ini tidak dapat dicegah, penerapan pola hidup sehat dapat membantu menurunkan risikonya.
Kurang Aktivitas Fisik
Dikutip dari Halodoc, kurang bergerak atau jarang berolahraga dapat meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol tinggi. Seluruh kondisi tersebut merupakan faktor yang berkaitan erat dengan penyakit jantung.
Pola Makan Tidak Sehat
Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, gula, dan garam secara berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, serta obesitas. Sebaliknya, pola makan yang kaya buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak lebih baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Stres Berkepanjangan
Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi tekanan darah, kualitas tidur, hingga memicu kebiasaan tidak sehat, seperti merokok atau makan berlebihan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung.
Cara Mencegah Penyakit Jantung
Sebagian besar penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah melalui penerapan gaya hidup sehat secara konsisten. Menurut American Heart Association (AHA), perubahan kecil yang dilakukan setiap hari dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan jantung.
Menjaga Pola Makan Sehat
Perbanyak konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, ikan, kacang-kacangan, serta makanan tinggi serat. Di sisi lain, batasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, makanan olahan, minuman manis, dan makanan tinggi garam.
Rutin Berolahraga
Lakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama minimal 150 menit setiap minggu. Anda dapat memilih olahraga seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam sesuai kondisi tubuh.
Berhenti Merokok
Menghentikan kebiasaan merokok merupakan salah satu langkah terbaik untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Semakin cepat berhenti, semakin besar manfaat yang diperoleh bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung.
Menjaga Berat Badan Ideal
Berat badan yang sehat membantu mengurangi risiko hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor utama yang dapat memicu penyakit jantung.
Mengelola Penyakit Kronis
Apabila Anda memiliki diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, lakukan pemeriksaan secara rutin dan ikuti pengobatan sesuai anjuran dokter. Pengendalian penyakit kronis menjadi salah satu kunci dalam mencegah komplikasi pada jantung.
Ingin Mulai Menjaga Kesehatan Jantung?
Menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan ketika keluhan sudah muncul. Jika Anda memiliki faktor risiko seperti kolesterol tinggi, hipertensi, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga, konsultasikan langkah pencegahan yang sesuai bersama tim Herbal Lancar.
Kami siap membantu memberikan informasi mengenai pola hidup sehat serta penggunaan herbal sebagai pelengkap gaya hidup sehat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.
Kebiasaan Sehari-hari yang Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Selain menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga, beberapa kebiasaan sederhana berikut juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung apabila dilakukan secara konsisten.
Tidur yang Cukup
Tidur selama 7–9 jam setiap malam membantu tubuh melakukan proses pemulihan sekaligus menjaga tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah.
Kelola Stres dengan Baik
Melakukan relaksasi, meditasi, beribadah, atau menjalankan hobi dapat membantu mengurangi stres yang berlebihan sehingga berdampak positif bagi kesehatan jantung.
Batasi Konsumsi Alkohol
Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah serta memengaruhi irama jantung. Oleh karena itu, sebaiknya batasi atau hindari konsumsi minuman beralkohol.
Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol secara rutin dapat membantu mendeteksi faktor risiko penyakit jantung sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kapan Harus ke Dokter?
Keluhan pada jantung tidak boleh diabaikan, terutama jika muncul secara tiba-tiba atau disertai gejala yang mengarah pada kondisi darurat. Meskipun tidak semua nyeri dada disebabkan oleh penyakit jantung, pemeriksaan oleh dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Dikutip dari Halodoc, segera cari pertolongan medis apabila Anda mengalami:
- Nyeri dada yang terasa seperti ditekan, diremas, atau tertimpa benda berat.
- Nyeri yang menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung.
- Sesak napas yang muncul secara tiba-tiba atau semakin memberat.
- Jantung berdebar tidak beraturan disertai pusing atau hampir pingsan.
- Keringat dingin, mual, atau muntah yang disertai nyeri dada.
- Mudah lelah tanpa penyebab yang jelas dan berlangsung dalam waktu lama.
Selain itu, American Heart Association (AHA) juga menganjurkan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi orang yang memiliki faktor risiko, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mendeteksi gangguan jantung sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Kesimpulan
Penyebab jantung sakit dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok, obesitas, hingga faktor keturunan. Sebagian besar faktor tersebut sebenarnya dapat dikendalikan melalui pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Mengenali penyebab dan faktor risiko penyakit jantung sejak dini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. Jika Anda mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan jantung atau memiliki faktor risiko tertentu, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Jaga Kesehatan Jantung Bersama Herbal Lancar
Menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan saat muncul keluhan, tetapi juga melalui kebiasaan hidup sehat yang diterapkan setiap hari. Selain mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan mengelola stres dengan baik, Anda juga dapat melengkapinya dengan konsumsi herbal berbahan alami.
Teh Herbal Lancar dibuat dari perpaduan kunyit, jahe, ketumbar, kayu manis, dan kulit delima yang dapat menjadi pelengkap gaya hidup sehat untuk membantu memelihara kadar kolesterol tetap normal.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bertujuan sebagai edukasi dan tidak dapat menggantikan konsultasi, diagnosis, maupun penanganan medis dari dokter. Apabila Anda mengalami nyeri dada, sesak napas, atau gejala lain yang mengarah pada gangguan jantung, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
FAQ Seputar Penyebab Jantung Sakit
Apa penyebab jantung sakit yang paling umum?
Penyebab jantung sakit yang paling umum antara lain kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, obesitas, serta faktor keturunan. Gaya hidup yang kurang sehat juga berperan besar dalam meningkatkan risiko penyakit jantung.
Apakah penyakit jantung bisa dicegah?
Ya. Sebagian besar penyakit jantung dapat dicegah dengan menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, mengelola stres, serta mengendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
Apakah kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyakit jantung?
Ya. Kolesterol LDL yang tinggi dapat membentuk plak pada pembuluh darah koroner sehingga aliran darah ke jantung berkurang. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner maupun serangan jantung.
Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?
Segera periksa ke dokter apabila mengalami nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, mudah lelah tanpa sebab yang jelas, atau memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Bagaimana cara menjaga kesehatan jantung?
Menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup, menghindari rokok, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.